SISTEM INFORMASI
PT. Bank Rakyat Indonesia
DISUSUN OLEH :
AHMAD RANDI DWINANTA
NPM : 2011 4350 1434
UNIVERSITAS INDRAPRASTA
PGRI
KATA PENGANTAR
Di
era sekarang kita tidak bisa terlepas dari perubahan yang terus-menerus dan
berlangsung secara cepat, tingkat persaingan semakin tinggi, khususnya di dunia
organisasi bisnis, setiap organisasi saling menunjukkan keunggulannya
masing-masing dan inforamasi merupakan bagian terpenting dalam proses
pengembangan suatu organisasi. Dalam pengambilan suatu keputusan seorang
pemimpin memerlukan sebuah informasi yang dapat mendukung pencapaian tujuan
organisasi perusahaan.
Sebuah
sistem informasi bagi organisasi sangat diperlukan dalam proses pengabilan
keputusan agar dapat akurat dan tepat, penulis mengkhususkan pada sistem
informasi PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI), dalam makalah ini dijelaskan tentang
semua sistem informasi di PT. Bank Rakyat Indonesia.
Akhir
kata penulis mengucapakan banyak terima kasih untuk semua pihak yang telah
mendukung dibuantnya makalah ini, semoga makalah dapat bermanfaat.
Daftar isi
KATA
PENGANTAR………………………………………………………………………………I
Daftar
isi………………………………………………………………………………………………2
BAB
I. PENDAHULUAN……………………………………………………………………….3
- Latar
belakang……………………………………………………………………………3
- Permasalahan
……………………………………………………………………………3
BAB
II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN UNIT USAHA……………….4
- Gambaran Umum
Perusahaan………………………………………………..4
- Unit
Usaha…………………………………………………………………………….6
- Tabungan
Britama……………………………………………………………..6
- Tabungan
Simpedes……………………………………………………..8
- Struktur Organisasi dan Job
Deskripsi……………………………………14
- Struktur Organisasi………………………………………………………..14
- Job
Deskripsi……………………………………………….….………..14
- Hasil
Pekerjaan……………………………….………………..…………..17
- Jalur Informasi dan
Aanalisa………………………………..…………..18
BAB
III. KESIMPULAN………………………………………………………………………..20
Daftar
pustaka………………………………………………………………………………….21
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di
Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto,
Jawa Tengah oleh Raden Bai Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerkertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau “ Bank
bantuan dan simpanan milik kaum priyai purwokerto “, suatu lembaga keuangan
yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut
berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari
kelahiran BRI.
Sejak
1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan
peraturan pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan
terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% ditangan Poemerintah Republik
Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30%
saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank
Rakyat Indonesia (Persero).
B. TUJUAN
PENULISAN
Penulis
makalah ini ditunjukan untuk :
- Menjelaskan tentang Sistem
Informasi PT. Bank BRI
- Menjelaskan tentang unit usaha
PT. Bank BRI
- Menjelaskan tentang Struktur
Organisasi PT. Bank BRI
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN UNIT USAHA
- I. Gambaran Umum Perusahaan
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di
Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto,
Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs
Ambtenaren atau Bank Bantuan dan
Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri
tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada
periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun
1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di
Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun
1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif
kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi
Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960
dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari
BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian
berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan
ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan
Nelayan.
Setelah
berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang
pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan
baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN)
diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural,
sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan
Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan
Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang
intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank
Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing
menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia.
Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali
tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak
1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan
Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan
terbatas.
Sampai
sekarang PT. BRI (Persero) yang didirikan sejak tahun 1895 tetap konsisten
memfokuskan pada pelayanan kepada masyarakat kecil, diantaranya dengan
memberikan fasilitas kredit kepada golongan pengusaha kecil. Hal ini antara
lain tercermin pada perkembangan penyaluran KUK (Kredit Usaha Kecil) pada tahun
1994 sebesar Rp. 6.419,8 milyar yang meningkat menjadi Rp. 8.231,1 milyar pada
tahun 1995 dan pada tahun 1999 sampai dengan bulan September sebesar Rp. 20.466
milyar.
Seiring
dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka sampai saat ini
Bank Rakyat Indonesia mempunyai unit kerja yang berjumlah 4.447 buah, yang
terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi /SPI,
170 Kantor Cabang (dalam negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang
Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong,
40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.POINT,3.705 BRI UNIT dan 357
Pos Pelayanan Desa.
Salah
satu unit di Cabang BRI Sukabumi ialah BRI Unit Sukabumi Timur yang terletak di
Jl. Ra.Kosasih Sukabumi.yang dipimpin oleh seorang Kaunit, 2 Orang Teller, 2
Orang CS, 1 Orang CS KUR, 1 Orang Mantri, Asman KUR, Pramubakti, Penjaga Malam
dan Satpam, dengan wilayah operasional mencakup wilayah Kecamatan Cikole,
Babakan,Cibeureum, Citamiang, Sukabumi, Sukaraja.
- II. Unit Usaha
Ada
banyak sekali produk-produk BRI yang dapat dilayani di BRI Unit khususnya Unit
Sukabumi Timur antara lain Tabungan, Pinjaman, Giro, Deposito dan lain-lain,
dan Produk-produk utamanya ialah sebagai berikut :
1. Tabungan
A. Britama
Tabungan
dari Bank BRI, dengan system Real Time On-Line di seluruh Indonesia Anda dapat melakukan
penyetoran dan penarikan tunai di Unit Kerja Bank BRI dan dilengkapi dengan
fasilitas BritAma Prime Card.
Fasilitas :
1. Automatic
Fund Transfer (AFT)
Fasilitas
untuk mentransfer dana dari rekening BritAma ke rekening simpanan di BRI, baik
di UnitKerja sendiri ataupun di Unit Kerja lain, setiap tanggal tertentu dengan
nominal transfer tertentu yang bersifat tetap (secara rutin)
2. Account
Sweep
Fasilitas
untuk mentransfer dana dari satu rekening ke rekening lainnya di Unit Kerja
sendiri ataupun diUnit Kerja lainsecara otomatis yang sebelumnya di set up
saldo minimal atau saldo maksimalnya.Transfer otomatis terjadi apabila batas
saldo minimal atau maksimal tersebut terlampaui. Fasilitas ini dapat digunakan
untuk keperluan BritAma mem-back up giro secara otomatis.
3. Automatic
Grab Fund (AGF)
Fasilitas
transfer otomatis untuk menarik (mendebet) dana secara otomatis oleh satu
rekening darirekening lainnya, baik di Unit Kerja sendiri maupun Unit Kerja
lain. Inisiatif pendebetan berasal darirekening yang akan mendebet, dengan
nominal transaksi yang bersifat tetap. Fasilitas ini dapat digunakanuntuk
pembayaran angsuran pinjaman secara otomatis, dimana rekening pinjaman akan
secara otomatismendebet rekening BritAma untuk membayar angsurannya.
Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident)
Setiap
nasabah BritAma dengan saldo minimal Rp 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah),
berhak atas jaminan asuransi kecelakaan diri (Personal Accident) dengan nilai pertanggungan sebesar 250 % dari saldo dan maksimal
pertanggungan Rp. 150.000.000,-. Selain itu asuransi BritAma juga mengcover
rawat inap dan cacat tetap.
Aksesibilitas BRI Card
Nasabah
akan mendapatkan BRI Card yang dapat berfungsi sebagai Kartu ATM dan Kartu Debit. BRI Card mempunyai aksesibilitas
tertinggi karena selain di ATM BRI dapat digunakan pada jaringan ATM Link, ATM
Bersama, ATM Prima, Bank Card, dan ATM Cirrus. Transaksi yang dapat dilakukan
nasabah dengan menggunakan BRI Card adalah :
- Penarikan Tunai
- Transfer antar rekening Bank
BRI, ATM Bersama, ATM Prima
- Pembelian pulsa isi ulang :
Simpati, Mentari, IM3, XL, Kartu AS, Star One
- Pembayaran tagihan telepon
selular : HALO Telkomsel, Matrix, IM3, Flexi
- Pembayaran tagihan Kartu Kredit
: Bank BRI, Citibank, HSBC, Standard Chartered, ANZ, ABN Amro.
- Pembayaran Kredit Tanpa
Agunan/Personal Loan : Standard Chartered, Citibank/CitiFinancial, HSBC,
ABN Amro.
- Pembayaran Universitas Terbuka.
- Pembayaran tagihan telepon
rumah dan PLN
- Auto Payment tagihan PLN dan
Telkom
- Pembayaran angsuran motor :
FIF, BAF, SOF
- Pembayaran tagihan bulanan TV
berlangganan : Indovision, TOP TV, Astro
- Pembayaran tiket on-line
penerbangan : Garuda, Mandala dan Lion Air
- BRI Card dapat digunakan
melalui merchant yang berlogo Bank BRI, berlogo Maestro dengan otorisasi
PIN (Personal Identification Number) dan merchant berlogo MasterCard
dengan otorisasi Tanda Tangan.
B. Simpedes
Simpanan
masyarakat dalam bentuk tabungan dengan mata uang rupiah, yang dapat dilayani
di Kantor Cabang Khusus BRI / Kanca BRI / KCP BRI / BRI Unit / Teras BRI, yang
jumlah penyetoran dan pengambilannya tidak dibatasi baik frekuensi maupun
jumlahnya, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
Keunggulan
- Jaringan yang tersebar luas di
seluruh Indonesia dan terhubung secara On
Line
- Peluang besar untuk memenangkan
hadiah, total Milyaran Rupiah
- Dilengkapi dengan BRI Card
(Kartu BRI) yang berfungsi sebagai Kartu ATM dan Kartu Debit dengan fitur
transaksi yang lengkap.
- Pembukaan Rekening Tabungan
Simpedes BRI yang mudah dan praktis, di seluruh unit kerja BRI.
- Jumlah dan frekuensi setor dan
ambil tidak dibatasi, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku
Persyaratan Umum
1. Tabungan BRI Simpedes diperuntukkan bagi perorangan dan non
1. Tabungan BRI Simpedes diperuntukkan bagi perorangan dan non
perorangan
kecuali Bank
- Setiap penabung Tabungan BRI
Simpedes berhak mendapatkan Buku
Tabungan
dan Kartu BRI yang dapat dipergunakan untuk pengambilan melalui ATM BRI serta
jaringan ATM yang telah bekerja sama dengan BANK BRI. Peraturan Kartu BRI
memperhatikan ketentuan internal BANK BRI yang berlaku.
3.
Bukti penyimpanan bagi penabung adalah Buku Tabungan BRI Simpedes yang
diterbitkan oleh BANK BRI dan catatan pembukuan yang ditatausahakan oleh Kantor
Cabang/ KCP/ BRI Unit.
4.
Apabila terdapat perbedaan saldo antara Buku Tabungan dengan catatan pembukuan
Bank, maka yang dianggap sah adalah saldo yang tercatat dalam pembukuan Bank
5.
Apabila Buku Tabungan hilang, penabung harus segera melaporkan ke Kantor
Cabang/ KCP/ BRI Unit asal (Unit Kerja pembuka) dengan menyerahkan Surat
Pernyataan Kehilangan atau Bukti Laporan Kehilangan dari Kepolisian setempat.
6.
Segala bentuk kerugian atas penyahgunaan Buku Tabungan dan Kartu BRI dalam
bentuk apapun termasuk akibat hilangnya Buku Tabungan dan Kartu BRI menjadi
tanggungan sepenuhnya pihak penabung.
7.
Penabung menyatakan tunduk pada segala ketentuan yang berlaku di Bank, baik
yang saat ini berlaku maupun yang akan datang.
8.
Penutupan rekening Tabungan BRI simpedes hanya dapat dilakukan di Unit Kerja
Asal pembuka rek
Penyetoran dan Pengambilan
1. Setoran pertama dan setoran selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku
2. Penyetoran/ pengambilan dapat dilakukan setiap saat pada waktu jam kerja selama kas buka
3. Pengambilan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Pengambilan/ setoran diluar Kantor Cabang/ KCP/ BRI Unit asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
5. Saldo minimal setelah pengambilan sesuai ketentuan yang berlaku
1. Setoran pertama dan setoran selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku
2. Penyetoran/ pengambilan dapat dilakukan setiap saat pada waktu jam kerja selama kas buka
3. Pengambilan minimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
4. Pengambilan/ setoran diluar Kantor Cabang/ KCP/ BRI Unit asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku
5. Saldo minimal setelah pengambilan sesuai ketentuan yang berlaku
Perhitungan Bunga
1.
Besarnya suku bunga ditetapkan oleh Bank. Setiap terjadi perubahan suku bungan
akan diberlakukan tanpa pemberitahaun terlebih dahulu kepada penabung
2.
Setiap buga akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpahakan yang berlaku
3.
Bunga dibayarkan setiap akhir bulan dengan cara ditambahkan pada saldo terakhir
(setelah dikurangi pajak sesuai dengan ketentuan yan berlaku), yang tercatat
dalam Buku Tabungan BRI Simpedes atas nama penabung.
4.
Untuk saldo dibaah nominal terntentu tidak diberikan bunga.
Undian Tabungan
BRI Simpedes
1.
Penabung berhak mendapatkan sejumlah nomor kupon undian untuk saldo nominal
tertentu dan kelipatannya, sesuai ketentuan yang berlaku
2.
Jumlah hadiah dan besar hadiah ditentukan oleh Bank
3.
Penarikan undian yang dilaksanakan di tingkat Kantor Cabang dan BRI Unit
disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku
Biaya Administrasi
Kepada penabung Tabungan BRI Simpedes dikenakan biaya sesuai ketentuan yang berlaku, meliputi:
1. Biaya administrasi bulanan
2. Biaya penutupan rekening
3. Biaya penggantian Buku Tabungan yang hilang
4. Biaya transaksi pengambilan/ penyetoran di atas jumlah terntu
5. Biaya administrasi kartu BRI
6. Biaya lainnya yang terkait dengan penggunaan Tabungan BRI Simpedes
Kepada penabung Tabungan BRI Simpedes dikenakan biaya sesuai ketentuan yang berlaku, meliputi:
1. Biaya administrasi bulanan
2. Biaya penutupan rekening
3. Biaya penggantian Buku Tabungan yang hilang
4. Biaya transaksi pengambilan/ penyetoran di atas jumlah terntu
5. Biaya administrasi kartu BRI
6. Biaya lainnya yang terkait dengan penggunaan Tabungan BRI Simpedes
- 2. PINJAMAN
a. Kupedes
Kredit
dengan bunga bersaing yang bersifat umum untuk semua sektor ekonomi, ditujukan
untuk individual (badan usaha maupun perorangan) yang memenuhi persyaratan dan
dilayani di seluruh BRI Unit dan Teras BRI.
MANFAAT
- Mendukung berbagai keperluan
pembiayaan semua jenis usaha dengan memenuhi kebutuhan modal kerja dan
investasi
- Mendukung pemenuhan kebutuhan
lainnya seperti pembiayaan pendidikan, perbaikan rumah,
pembeliankendaraan, dsb.
- Berlaku untuk semua sektor
usaha, meliputi pertanian, perdagangan, perindustrian, maupun jasa
lainnya.
KEUNGGULAN
- Bunga bersaing & syarat
mudah
- Agunan tidak harus
bersertifikat
- Angsuran sesuai kebutuhan
(bulanan / musiman / dll)
- Biaya administrasi mulai dari
Rp 10.000,-
- Bebas biaya provisi
- Bonus bagi debitur yang
angsurannya dibayar tepat waktu *) syarat dan ketentuan berlaku
FASILITAS
- Memperoleh asuransi jiwa kredit
- Memperoleh asuransi jiwa,
kesehatan, kecelakaan, dan meninggal dunia.
- Setoran dapat dilakukan di
semua BRI Unit maupun melalui EDC
Collection.
a. KUR BRI
Kredit
Modal Kerja dan atau Kredit Investasi dengan plafon kredit sampai dengan Rp 500
juta yang diberikan kepada usaha mikro, kecil dan koperasi yang memiliki usaha
produktif yang akan mendapat penjaminan dari Perusahaan Penjamin.
TUJUAN
- Meningkatkan akses pembiayaan
UMKM & K kepada Bank
- Pembelajaran UMKM untuk menjadi
debitur yang bankable sehingga
dapat dilayani sesuai ketentuan komersial perbankan pada umumnya (Sebagai
embrio debitur komersial).
- Diharapkan usaha yang dibiayai
dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.
Sasaran Kupedes
· Perorangan atau Perusahaan usahanya dinilai layak (eligible).
· Golongan masyarakat berpenghasilan tetap misalkan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat lid kebawah dan bukat pejabat, Anggota ABRI pangkat pembantu letnan I kebawah dan bukan pejabat, pegawai perusahaan daerah, pensiunan dari pegawai berpenghasilan tetap, dll.
Jenis Kupedes
· Kupedes Modal Kerja
· Kupedes Investasi
Sektor yang dibiayai Kupedes
· Sektor Pertanian
· Perindustrian
· Perdagangan
· Jasa lainnya
· Golongan berpenghasilan tetap
Syarat dan Ketentuan Kupedes
· Plafond Kupedes minimal Rp 25.000,- dan maksimum Rp. 25.000.000,-
· Dapat diberikan kedua jenis Kupedes dalam waktu bersamaan sepanjang besarnya
· Perorangan atau Perusahaan usahanya dinilai layak (eligible).
· Golongan masyarakat berpenghasilan tetap misalkan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat lid kebawah dan bukat pejabat, Anggota ABRI pangkat pembantu letnan I kebawah dan bukan pejabat, pegawai perusahaan daerah, pensiunan dari pegawai berpenghasilan tetap, dll.
Jenis Kupedes
· Kupedes Modal Kerja
· Kupedes Investasi
Sektor yang dibiayai Kupedes
· Sektor Pertanian
· Perindustrian
· Perdagangan
· Jasa lainnya
· Golongan berpenghasilan tetap
Syarat dan Ketentuan Kupedes
· Plafond Kupedes minimal Rp 25.000,- dan maksimum Rp. 25.000.000,-
· Dapat diberikan kedua jenis Kupedes dalam waktu bersamaan sepanjang besarnya
belum
mencapai maksimum Rp. 25.000.000,-
Jangka Waktu dan Pola Angsuran
Jangka waktu angsuran minimal 3 bulan dan maksimal 24 bulan. Untuk Kupedes modal Kerja dan Investasi 36 bulan. Pola angsuran :
· Angsuran secara bulanan.
· Angsuran secara bulanan dengan grace period Angsuran 3,4, 6 bulan.
Jangka waktu angsuran minimal 3 bulan dan maksimal 24 bulan. Untuk Kupedes modal Kerja dan Investasi 36 bulan. Pola angsuran :
· Angsuran secara bulanan.
· Angsuran secara bulanan dengan grace period Angsuran 3,4, 6 bulan.
Keistimewaan Kupedes
- Diberikan IPTW(Insentif pembayaran tepat waktu) bagi nasabah yang tertib mengangsur pinjamannya secara tepat waktu selama periode tertentu yaitu sebesar 1/4 bagian dari suku bunga.
- Agunan yang harus disediakan oleh calon nasabah nilainya harus cukup mengcover jumlah Kupedes yang diterimanya beserta kewajiban-kewajibannya (pinjaman pokok + bunga).
- Diberikan IPTW(Insentif pembayaran tepat waktu) bagi nasabah yang tertib mengangsur pinjamannya secara tepat waktu selama periode tertentu yaitu sebesar 1/4 bagian dari suku bunga.
- Agunan yang harus disediakan oleh calon nasabah nilainya harus cukup mengcover jumlah Kupedes yang diterimanya beserta kewajiban-kewajibannya (pinjaman pokok + bunga).
KETENTUAN
KUR Mikro
Calon
debitur adalah individu yang melakukan usaha produktif yang layak
Memiliki
legalitas yang lengkap :
- KTP / SIM
- KK
- Lama usaha minimal 6 bulan
PERSYARATAN KREDIT
Plafond
kredit maksimal Rp 20 juta
Suku
bunga efektif maks 22% per tahun
Jangka
waktu & jenis kredit :
- KMK : maksimal 3 tahun
- KI : maksimal 5 tahun Dalam hal
perpanjangan,suplesi dan restrukturisasi
- KMK : maksimal 6 tahun
- KI : maksimal 10 tahun
Agunan:
Pokok
: Dapat hanya berupa agunan Pokok apabila sesuai keyakinan Bank Proyekyang
dibiayai cashflownya mampu memenuhi seluruh kewajiban kepada bank (layak)
- III. STRUKTUR ORGANISASI DAN JOB DESKRIPSI
- A. Struktur organisasi Kantor pusat Bank Rakyat Indonesia
terdiri dari :
B. Job
Deskripsi
1. Kepala Unit (KAUNIT)
- Memimpin Kantor BRI Unit dalam
rangka menjamin kelancaran operasional BRI Unit.
- Melakukan Pelayanan Prima (baik
pihak extern maupun intern) untuk mencapai kepuasan nasabah dan keamanan
bank.
- Mengendalikan dan memecahkan
masalah sistem operasional BRI Unit agar tidak menghambat pelaksanaan
operasional.
- Mengendalikan sistem
administrasi pembukuan BRI Unit untuk keamanan dan pelayanan operasional :
- Memeriksa dan menyetujui
transaksi pembukuan.
- Memeriksa semua kelengkapan
bukti kas & dokumen lainnya setiap akhir hari.
- Mengendalikan kualitas
pelayanan kepada nasabah untuk meningkatkan kepuasan nasabah:
a.
Mengawasi kelancaran pelayanan kepada nasabah.
b.
Turut membantu menyelesaikan permasalahan keluhan nasabah.
c.
Secara aktif memantau kegiatan nasabah dan memastikan bahwa
nasabah
telah dilayani dengan baik.
- Menjamin keamanan, ketertiban
dan kebersihan kantor BRI Unit-nya untuk kenyamanan nasabah.
- Memonitor dan menganalisis
laporan – laporan BRI Unit untuk keperluan penentuan kebijakan manajemen
yang disampaikanmelalui AMBM
2. Teller(Receptionist bank).
- Melakukan pelayanan kepada
nasabah atau calon nasabah dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan BRI
- Memastikan kelancaran dan
ketepatan pelayanan penerimaan setoran dan pembayaran dari dan ke nasabah
untuk kepentingan bisnis BRI.
- Memastikan keamanan dan
kecocokan uang kas yang ada dalam ruang Teller untuk kelancaran pelayanan
nasabah.
- Memastikan kelengkapan
bukti-bukti kas tunai dan OB yang berada dalam pengawasannya untuk
menghindari penyimpangan kas Teller.
- Menangani pelayanan langsung
kepada nasabah seperti penyetoran dan pengambilan uang dari rekening,
pembukaan dan penutupan rekening, dan administrasi peminjaman ataupun
pembayaran hutang.
3. Deskman / Customer Service / CS KUR
- Memberikan pelayanan
administrasi kepada nasabah atau calon nasabah, dan nasabah yang
akanmenggunakan jasa perbankan lainnya di BRI Unit dengan sebaik-baiknya
dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah
- Menatausahakan register yang
berkaitan dengan proses pelayanan pinjaman untuk kelacaranpengelolaan
pinjaman.
- Menatausahakan register
pemberantasan tunggakan untuk mendukung kelancaran kegiatanpemberantasan
tunggakan.
- Membuat dan mengadministrasikan
laporan-Iaporan BRI Unit untuk keperluan penentuan kebijakanmanajemen yang
disampaikan kepada Kaunit dan Kanca.
4. Mantri / ASMAN KUR
- Menganalisadan memeriksa
permintaan pinjaman dan mengusulkan putusan pinjaman agar pinjamanyang
diberikan layak dan aman bagi bank.
- Melaksanakanpembinaan terhadap
nasabah pinjaman dan simpanan dalam rangka meningkatkan danmempertahankan
kualitas aset.
- Memperkenalkan dan memasarkan
produk-produk SRI Unit dan SRI untuk mencapai profit yangmaksirnal.
- Melaksanakan pemberantasan
tunggakan dan mengusulkan langkah-Iangkah penanggulangannyauntuk
meningkatkan kualitas plnjarnan,
5. Pramubakti
Petugas
ini bertanggung jawab atas kebersihan dan kenyamanan kantor
6. Satpam
Satpam
bertanggung jawab atas keamanan di sekitar kantor bank, mulai dari parkir,
kenyamanan pelanggan dan keamanan gedung bank
7. Penjaga Malam
Petugas
ini bertanggung jawab atas keamanan gedung bank pada malam hari
- IV. HASIL PEKERJAAN
1. Kepala Unit (KAUNIT)
Kaunit
bertanggung jawab atas keabsahan setiap transaksi baik yang dilakukan oleh
teller ataupun Deskman / CS dengan cara memverifikasi setiap transaksi dan
memastikan bahwa data-data yang masuk dan akan diproses benar dan tidak
menyalahi aturan yang berlaku. Selain itu juga Kaunit bertanggung jawab untuk
memutusan kredit yang diajukan oleh mantri untuk selanjutnya dilakukan
realisasi atau pencairan jika memang kredit itu sudah diputus dan disetujui.
Kaunit membuat rekapitulasi laporan yang diterima dari Deskman, Teller dan Mantri
2. Teller(Receptionist bank).
Teller
bertugas menangani pelayanan langsung kepada nasabah seperti penyetoran dan
pengambilan uang dari rekening, pembukaan dan penutupan rekening, dan
administrasi peminjaman ataupun pembayaran hutang. Oleh karena itu teller
bertanggung jawab atas keaslian, kecocokan dan keaslian dokumen dan uang yang
disetorkan dari nasabah dengan cara memvalidasi setelah diverifikasi oleh
Kaunit
3. Deskman / Customer Service / CS KUR
Deskman
bertugas memberikan pelayanan administrasi kepada nasabah atau calon nasabah,
dan nasabah yang akan menggunakan jasa perbankan lainnya di BRI Unit dengan
memperhatikan aspek-aspek keamanan dan keabsahan dokumen yang diberikan oleh
nasabah. Deskman juga bertanggung jawab atas register laporan yang berkaitan
dengan income, outcome, keluhan nasabah, kolektibilitas, dan segala macam
administrasi perbankan yang sekanjutnya dilaporkan kepada Kaunit.
4. Mantri / ASMAN KUR
Mantri
atau Asman KUR bertugas Menganalisa dan memeriksa permintaan pinjaman dari
nasabah dengan cara on the spot langsung ke lapangan untuk menilai kelayakan
usaha dari nasabah tersebut yang selanjutnya diproses untuk kemudian diusulkan
besarnya plafond pinjaman dan jangka waktu yang nantinya akan disetujui untuk
dilakukan realisasi oleh Kaunit. Mantri juga setiap harinya menerima disposisi
dari kaunit tentang apa saja tugas yang harus dilakukan pada hari itu baik itu
memeriksa berkas pengajuan nasabah, menagih nasabah tunggakan atau daftar
hitam, ataupun melakukan pembinaan terhadap nasabah yang berpredikat baik untuk
selanjutnya dilaporkan kembali kepada Kaunit hasil dari lapangan seperti apa.
- V. JALUR INFORMASI DAN ANALISA
Jalur
Informasi pada setiap bagian di perusahaan ini saling berkaitan satu sama lain
dimana setiap bagian pada garis besarnya mempunyai tugas melayani nasabah
berkaitan dengan urusan simpanan maupun pinjaman, khususnya untuk pelayanan
pinjaman, skemanya bisa digambarkan seperti berikut ini :
Nasabah
Mantri
Deskman
Kaunit
Teller
Keterangan
:
Dari
bagan diatas bias kita lihat jalur informasi pengajuan pinjaman sampai ke
Realisasi atau pencairan. Dimulai dari nasabah yang mengajukan pinjaman melalui
deskman dengan inputan data nasabah lengkap mulai data pribadi sampai ke data
usaha. Setelah itu data dari deskman berupa satu bundle berkas pinjaman
diserahkan ke Kaunit untuk kemudian dibuat disposisi kepada mantra untuk di
lakukan survey on the spot. Mantri melakukan on the spot dengan melakukan
pemeriksaan kebenaran data nasabah, usaha dan karakter nasabah dan lingkungan
untuk kemudian dilakukan analisa dari hasil pemeriksaan untuk menentukan apakah
nasabah atau usaha nasabah tersebut layak untuk dibiayai atau tidak. Hasil
analisa mantri kemudian dilaporkan kepada Kaunit untuk di verifikasi yang
kemudian diputus apakah disetujui atau tidak lalu diserahkan kembali ke
deskman. Setelah menerima berkas dari kaunit, deskman melakukan input data
kedalam system untuk kemudian dilakukan proses untuk pencairan diawasi oleh kaunit
kemudian data diterima oleh Teller dan dilakukan pencairan di Teller sampai
akhirnya nasabah mendapatkan uang realisasi.
Analisa
Sistem Informasi yang ada di BRI tergolong cukup aman karena proses verifikasi
dan validasi data sudah dijalankan dengan baik, disini yang paling berperan
besar terhadap system adalah Kaunit yang mengelola password untuk proses
verifikasi dan validasi, sedangkan bagian yang paling berperan di dalam system
adalah Deskman. Deskman menjadi sentral dalam aliran informasi baik itu dari
nasabah, mantri, kaunit maupun teller. Kelemahan yang ada di dalam system
adalah tidak disertakannya register pengelolaan pengajuan nasabah sehingga
register tersebut dibuat manual. Dalam hal ini cukup menyulitkan dikala deskman
mendapatkan beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan pada saat itu juga.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Secara
keseluruhan sistem yang ada di BRI sudah mencapai taraf pengelolaan yang baik
dengan kategori ERP software, dengan pengawasan yang berlapis baik itu tingkat
Unit, Cabang, Wilayah Maupun Pusat, sehingga dalam kegiatan operasional lebih
terjamin akan keamanan dan kepuasan nasabah.
B. Saran
BRI
sudah menggunakan software ERP sehingga untuk mengupgrade tidak perlu dirombak
semuanya cukup ditambahkan sesuai dengan kebutuhannya. Seperti misalnya
kebutuhan akan register pengelolaan pengajuan nasabah baru agar disertakan
dalam ERP development berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,
S. (2005). Dasar-dasar Manajemen
Bank BRI. Jakarta: Rineka Cipta.
Haryanto,
(2003). Metodologi Riset. Jakarta: Rineka Cipta.
Suryabrata,
S. (2002). Manajemen Perbankan Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Suherman,
E. et al (2001). Penelitian Kualitatif. Bandung: Jica UPI
Surya,
Y. (2006). Analisis dan Keuangan. PT. Arman Delta Selaras.
Wijaya,
C. dan Rusyan, T. (1992). Teknik Pembagian Hasil di Bank BRI. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Posting ini saya copy dari sodara randidwi
Sumber : http://randidwi.wordpress.com/makalah-database-sistem-informasi-bank-bri/
Komentar
Posting Komentar