Langsung ke konten utama

Buku Tentang kebaikan

Testimoni

“Buku Tentang Kebaikan”nya Jonih Rahmat

 Pada “Buku Tentang Kebaikan” ini, para pembaca akan menemukan cerita-cerita tentang kebaikan-kebaikan kecil, kebaikan-kebaikan dari kegiatan kehidupan sehari-hari (sekarang dan di masa lampau) serta cerita-cerita tentang orang-orang baik, tentang orang-orang sederhana, yang diceritakan oleh Kang Jonih dengan gaya bahasa yang amat mengasyikkan.

Saya pernah membaca novel fiksi karya Mitch Albom, “The Five People You Meet in Heaven”, yang menceritakan tentang seorang pekerja biasa,  yang selama berpuluh tahun bekerja memelihara wahana bianglala (kincir raksana) di taman hiburan anak-anak, dengan penuh tanggung jawab, dan ketika dia meninggal dunia, di surga (ini cerita di novel tersebut)  dia bertemu dengan  orang-orang yang juga orang biasa seperti dirinya, orang yang melakukan pekerjaan sehari-hari, orang-orang sederhana.  Setiap orang bisa saja memiliki gambaran siapa saja para penghuni surga kelak, namun secara umum orang-orang sependapat bahwa penghuni surga adalah orang-orang yang baik.   Nah, siapa kah “orang-orang baik” itu ?  Apakah dia  seorang pekerja biasa, seorang miskin, seorang  ibu, seorang kaya, seorang pejabat, seorang kyai, seorang guru, seorang tukang sampah, seorang …. ?  Kebaikan-kebaikan apa yang mereka lakukan agar dapat disebut sebagai “orang baik” ?  Kadang saya berfikir, jangan-jangan sebagian besar penghuni surga adalah orang-orang sederhana yang melakukan kebaikan-kebaikan kecil di setiap harinya, kebaikan-kebaikan yang “biasa-biasa saja”,  kebaikan-kebaikan kepada sesama manusia dan sesama  mahlukNya.   Tentu saja, soal penghuni surga, kita percaya bahwa itu merupakan hak prerogatif Allah SWT, namun kita tentu dapat berusaha melakukan kebaikan-kebaikan di dunia ini, berusaha menjadi “orang baik” (dan mengharapkan ridloNya dan  rahmatNya. Aamiin).

Bicaralah  kepada kami perihal kebaikan dan kejahatan.  Dan Dia menjawab (- dikutip sebagian saja dari “Sang Nabi”,  Kahlil Gibran) :

Engkau adalah kebaikan manakala kau berusaha memberikan dirimu. Namun engkau bukanlah jahat saat kau mencari keuntungan bagi dirimu. Sebab saat kau berusaha untuk untung, engkau hanyalah akar yang berpegangan pada bumi dan menyesap dadanya.

Engkau baik ketika kau berjalan menuju tujuanmu dengan tegas dan dengan langkah-langkah yang berani. Tapi engkau bukannya jahat kalau kau pergi ke sana berjalan pincang, bahkan mereka yang pincang tidak berjalan ke belakang.

Dalam kerinduanmu, untuk kebesaran dirimu terletak kebaikanmu, kerinduan itu ada pada kalian semua. Di antara kalian ada yang menganggap kerinduan itu adalah aliran deras yang berlari dengan perkasa menuju samudra, sambil membawa rahasia lereng bukit dan nyanyian hutan belantara. Dan pada yang lain kerinduan itu hanya arus datar yang kehilangan dirinya di sudut-sudut dan tikungan dan masih tertinggal sebelum mencapai pantai. Tetapi jangan biarkan dia yang lebih kuat berkata kepada dia yang lebih lemah, “ Mengapa kau begitu lamban dan tertegun-tegun?” Sebab orang yang benar-benar baik tidak akan bertanya kepada yang telanjang, “Di mana pakaianmu ?”, pun tidak kepada gelandangan, “Apa yang menimpa rumahmu ?”.

Pada “Buku Tentang Kebaikan” ini, tidaklah ada cerita-cerita yang menggurui atau menyalahkan, tidak bercerita tentang kebaikan versus kejahatan, ini adalah cerita tentang kebaikan-kebaikan sehari-hari, namun kita dapat meresapi tingginya nilai-nilai moral, tingginya nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. Saya percaya bahwa nilai-nilai kemanusiaan adalah universal. Semua kebaikan itu bermuara pada Allah yang Maha Esa.  “Buku Tentang Kebaikan” ini juga mengingatkan kita akan pentingnya akhlak yang mulia, tentang memuliakan manusia, tentang mencintai sesama manusia.  Pada buku “Bergaul Ala Penghuni Surga” karya Imam Al-Ghazali, dijelaskan tentang satu hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukari dan Muslim :  “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda ; Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga kalian mencintai saudara kalian sebagaimana kalian mencintai diri kalian sendiri”.

Jakarta, 3 Januari 2013

Salam,
Nugrahani Pudyo (Nuning)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar B. inggris Sesi 1

Assalamuallaikum wr wb Pada kesempatan ini saya ingin membagi ilmu yang saya dapatkan malam ini, semoga setiap minggu berikutnya saya selalu dapat membagikan materi yang sudah di ajarkan meskipun itu hanya sedikit, aaminn ok langsung saja materi pada malam ini adalah bahasa inggris dan judul pembahasannya adalah Perkenalan 1. jika kita bertemu dengan orang yang belum kita kenal maka kalimat yang harus diucapkan adalah : ''How do you do ?''  sambil mengajukan tangan untuk bersalaman maka orang yang kita tanya akan menjawab seperti ini : ''how do you do!'' 2. Jika kita bertemu dengan orang yang sudah kita kenal maka pertanyaanya berbeda : ''how are you ?'' dan orang yang kita tanya tentunya akan menjawab sesuai dengan keadaan yang dia rasakan. contoh : ''i'am fine!'' atau ''i'am well! atau i'am good, atau i'am amazing dan macam-macam. 3. lalu untuk menanyakan nama biasanya seperti ini : ...

Karya Ilmiah Pengaruh Gadget dilingkungan masyarakat

KATA PENGANTAR Bismillahhirrahmanirhim             Puji syukur Penulis panjatkan kepada Allah Swt yang telah memberikan kesempatan untuk menyusun karya tulis ilmiah ini sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir semester mata kuliah Bahasa Indonesia serta Solawat serta salam Penulis ucapkan kepada Nabi besar kita Muhammad Saw karena berkat belau kita menikmati indahnya nikmat islam.                         Tidak lupa ucapan trimakasih kepada kedua orang tua yang selalu mendukung, baik secara materi ataupun nonmateri, dan kepada keluarga besar Yayasan Yatim Ar-Rahmah yang telah mendukung sepenuhnya dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, serta kepada dosen dibidang studi yang telah membimbing penulis dalam penulisan karya ilmiah, juga kepada orang-orang yang menjadi relawan dalam penelitian penulis d...

Jangan Lupa Join juga disini

Get paid to share your links!